Minggu, 03 Februari 2013 - 15:45:24 WIB
Asal Usul Kesenian Janger Banyuwangi
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sosial - Dibaca: 935 kali

BANYUWANGI - Pada abad ke-19, di Banyuwangi hidup suatu jenis teater rakyat yang disebut Ande-Ande Lumut karena lakon yang dimainkan adalah lakon Andhe-Andhe Lumut. Dan dari sumber cerita dari mulut ke mulut, pelopor lahirnya Janger ini adalah Mbah Darji, asal Dukuh Klembon, Singonegaran, Banyuwangi kota.
 
Mbah Darji ini adalah seorang pedagang sapi yang sering mondar-mandir Banyuwangi-Bali. Dan dari situ dia tertarik dengan kesenian teater Arja dan dia pun berkenalan dengan seniman musik bernama Singobali yang tinggal di Penganjuran. Kemudian terjadi pemaduan antara teater Ande-Ande Lumut dengan unsure tari dan gamelan Bali, sehingga lahirlah apa yang disebut Damarwulan Klembon atau Janger Klembon.

Semenjak itu, mulai lahir grup-grup Damarwulan di seantero Banyuwangi. Mereka bukan hanya memberikan hiburan, namun juga menyisipkan pesan-pesan perjuangan untuk melawan penjajah dengan kedok seni. Di masa revolusi, kerap kali para pejuang kemerdekaan menyamar sebagai seniman Janger untuk mengelabui Belanda dan para mata-matanya.

Menurut Dasoeki Nur, seorang pelaku kesenian Janger, teater ini juga sempat berkembang hingga melampaui wilayah Banyuwangi sendiri. Bahkan menurutnya lagi, pada tahun 1950an pernah berdiri dua kelompok Janger yang berada di wilayah Samaan, dan Klojen, kota Malang.

MINAK JINGGO
Di dalam kesenian janger/damar ulan/jinggoan tokoh yang sangat sering di lakonkan di dalamnya adalah MINAK JINGGO yang menurut legendanya adalah salah satu bupati Blambangan.

Dalam temperamennya, Minak Jinggo digambarkan sebagai seorang bupati yang gagah perkasa, namun pincang, suka makan sirih, buruk rupa, suka bertindak sewenang-wenang dan mempunyai pendamping setia dan selalu ada yaitu abdi kinasihnya DAYUN. Seorang yang belum menikah/perjaka yang ingin Nagih janji ke Ratu Majapahit, yaitu Dyah Ayu Kenconowungu. Karena berhasil mengalahkan seorang raksasa bertanduk kerbau yaitu KEBO MARCUET.
 
Namun di masyarakat Banyuwangi, Minak Jinggo digambarkan sebagai seseorang yang gagah perkasa, ganteng, sopan santun, dan selalu digandrungi wanita. Entah yang mana yang benar semua itu adalah Legenda. Kebenarannya masih simpang siur karena belum adanya cukup bukti pendukung.

KEUNIKAN JANGER BANYUWANGI
Keunikannya di seni janger banyuwangi ini adalah Kesenian yang berhibrida dari pulau bali. Dari musik yang mengiringinya adalah Musik Bali (gamelan Bali), sedangkan dalam pementasannya di selingi dengan lagu-lagu dan cerita, serta tarian dari bali dan banyuwangi.

Dari segi musik pengiring dalam pementasan, terdapat kolaborasi yang sangat indah dan unik sekali. Dalm pagelarannya kadang tiba-tiba musik Bali itu di sisipi dengan warna musik banyuwangi.Namun dalam alur cerita selalu di iringi dengan Gamelan bali,.Saat menyanyi di iringi musik banyuwangi.

Dalam cerita, janger membawakan cerita babad, legenda, mahabarata, bahkan cerita karangan sendiri. Unik memang, karena kalau ditelusuri ada beberapa unsur yang terkandung di dalamnya. Yaitu, unsur Banyuwangi, unsur Bali, Unsur Surabaya/ludruk, Unsur Jawa Tengah/ketoprak. Begitu lengkapnya kesenian ini.

PAKAIAN DAN BAHASA
Pementasan yang memakan waktu 8-10 jam ini berbahasa jawa tinggi, namun untuk lawaknya biasa menggunakan bahasa asli banyuwangi atau di kenal dengan bahasa USING. Sedangkan pakaiannya adalah terdiri dari berbagai adegan, untuk yang berperan sebagai jin( BRAWAK AN) selalu berpakaian bali,juga para pemain putrinya,selalu berpakain ala bali.

Namun ada juga yang berpakain ala ketoprak,jadi tegantung dengn peran yang di lakoninya. Banyak dari para seniman janger ini yang kadang pakain membawa sendiri, dan begitu kreatifnya sehingga kadang dalam peran apapun mereka bisa melaksanakanya.

LAKON DAN CERITA
Pementasan selalu ada lakon dan cerita, Namun soal lakon dan cerita ini biasanya dilaksanakan oleh para aktor/aktrisnya setelah ada permintaan dari penanggap atau yang mengundangnya minta lakon atau cerita apa yang harus dilakonkan pada pementasan tersebut.

Nah, disinilah peranan sesepuh atau sutradara yang akan mengelola lakon dan siapa saja yang berperan di dalamnya. Lakon dan cerita bisa cerita babad tanah jawa, Mahabarata, atau bahkan cerita seperti layaknya di film, semua bisa mereka laksanakan tanpa latihan, dan live show.

TARI PENGIRING
Sebelum pementasan cerita, biasanya di iringi oleh tari yang dibawakan oleh seniman-seniman janger tersebut. Sedangkan Tariannya bermacam-macam, biasanya yang pasti ditarikan adalah tarian dari pulau bali, yaitu tari MARGAPATI. Namun tarian dari banyuwangi sendiri banyak yang di bawakan saat pementasan sebagai pengiring. Seperti TARI JEJER GANDRUNG, PUNJARI, GANDRUNG DOR, AJI JARAN GOYANG, SABUK MANGIR, dan lain-lain.

PERKEMBANGANNYA
Untuk saat ini kesenian Janger yang ada di Kabupaten Banyuwangi sudah mencapai lebih dari 100 group/organisasi. Walaupun untuk saat ini banyak yang sudah senin-kemis dalam perkembangannya. Namun masih ada yang sangat populer di mata masyarakat banyuwangi saat ini.

Ada beberapa organisasi yang cukup populer di Banyuwangi. Diantaranya, "SETYO KRIDHO BUDOYO" Parijatah wetan Kecamatan Srono yang di pimpin oleh Bripda Pol. Arief Yudistya. " DHARMA KENCANA" Glondong yang dipimpin oleh I MADE SWEDEN. "SRI BUDOYO PANGESTU" Parijatah Wetan, yang di pimpin oleh Ir.Punto Hadi. Nah, itulah sedikit tentang Janger Banyuwangi.
 
Penulis : Didit
Artikel & Foto pernah dipublikasikan di http://tradisiku.blogspot.com/2012/10/asal-usul-janger-banyuwangi.html
 


BERITA LAINNYA

0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)