Kamis, 10 Januari 2013 - 19:20:25 WIB
Misteri Dibalik Pesona Pantai Sukamade Nan Menawan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Wisata - Dibaca: 637 kali

Banyuwangi - Nama Sukomade tak asing lagi bagi mereka yang hobby berpetualang. Alamnya yang masih perawan seakan menjadi magnet tersendiri. Begitu juga dengan keindahan lautnya. Di balik pesonanya, Pantai Sukomade menyimpan sebuah misteri. Misteri yang menjadi 'panutan' bagi nelayan setempat.

Pantai Sukomade masuk kawasan Taman Nasional Meru Betiri, Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Total jarak tempuh dari Pusat Kota Banyuwangi hingga ke lokasi sekitar 97 Km, arah barat daya.

Seperempat perjalanannya harus melalui medan berat. Jalan terjal berbatu menjadi tantangan tersendiri. Pantai yang terkenal akan pasirnya yang putih nan indah ini, kali pertama ditemukan oleh Belanda pada tahun 1927.

Tempat ini pula, rumah  bagi penyu untuk berkembangbiak tanpa gangguan manusia. Lebatnya pepohonan di bibir pantai menjadi tempat aman bagi penyu untuk bertelur. Telebih secara administrasi, Pantai Sukomade di bawah pengawasan Taman Nasioanl Meru Betiri.

Saat perjalanan, wisatawan akan melewati dua lokasi yang tak kalah indahnya. Pantai Rajegwesi dan Teluk Ijo. Tak heran jika para pejabat setempat kerap mengunjungi Sukomade dan sekitarnya.

Namun di balik cerita keindahan pantai maupun lautnya, masyarakat setempat meyakini jika Nyi Roro Kidul yang berkuasa di sana. Wilayah kekuasaannya bahkan tidak hanya Sukomade saja. Melainkan seluruh pantai yang ada di kawasan laut selatan di Pulau Jawa.

"Kami di sini percaya jika Nyi Roro Kidul ada," jelas Kepala Dusun Rajegwesi, Suyono saat berbincang dengan Sunriseofjava.com beberapa waktu lalu.

Di kawasan setempat, lanjut Suyono, ada beberapa tempat yang kerap terlihat penampakan Nyi Roro Kidul. Diantaranya Pantai Rajegwesi, Teluk Ijo dan Pantai Sukomade.

Saat Jumat Legi, penanggalan Jawa, nelayan Rajegwesi tidak berani melaut sebelum uri-uri kepada Nyi Roro Kidul. Jika dilanggar maka akan berakibat buruk. Seperti hilangnya ikan di laut secara mendadak, meski sedang musim ikan.

"Pernah ikan tiba-tiba seperti hilang, ternyata kita lupa untuk uri-uri," tambahnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Ninik, seorang juragan ikan di Rajegwesi. Saat ikan melimpah, ada pantangan bagi nelayan Rajegwesi. Yakni tidak mempermainkan harga ikan dengan tujuan persaingan tidak sehat.

"Kalau eyel-eyelan harga ikan, lihat saja pasti 5 hari ke depan ikan akan susah untuk dicari," jelas wanita asal Bandung ini.

Nelayan sekitar juga tidak berani menangkap penyu di Laut Sukomade. Hal itu juga akan berakibat fatal. Selain harus berurusan dengan hukum negara, mereka harus berhadapan pula dengan kutukan Nyi Roro Kidul.

"Kami tidak berani tangkap Penyu, tangkap ikan saja pakai pancing dan jala kecil,"
tandas Suyono.(Hamdani)



BERITA LAINNYA

0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)